Menengok Olahan Pisang Unik Khas Kalibendo

02 Agustus 2019 22:01:38 WIB

LUMAJANG - Biasanya buah pisang diolah menjadi keripik atau gorengan, namun berbeda dengan usaha salah satu warga di Desa Kalibendo, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang. Buah pisang tersebut disulap menjadi aneka olahan unik yaitu tape pisang, sale pisang, madumongso, stik pisang dengan rasa durian dan jeruk nipis hingga yang terbaru yaitu kerupuk kulit pisang.

Tepat pada kamis (1/8) dengan mengadakan workshop bertema 'pemberdayaan masyarakat Kalibendo melalui olahan pisang'  bersama tim Kuliah Kerja Nyata 76 UIN Sunan Ampel Surabaya, untuk mengajak masyarakat Kalibendo agar termotivasi menjadikan desanya sebagai ikon olahan pisang di Lumajang

Narasumber dan juga founder olahan unik tersebut yaitu Toyibaturrochmah, sosok wanita tangguh yang sempat mengajar menjadi guru matematika sebelum beralih mendirikan usahanya, berawal dari rasa penasaran dan coba-coba dengan eksperimen hal-hal yang unik, seperti telor asin aroma strowberry, melon hingga mencoba tape pisang.

“Awalnya saya ngajar dari 2009 sampe 2015, namun karena ada masalah akhirnya keluar. Nah akhirnya saya mencoba usaha telor asin namun ingin yang beda, membuat yang ga seneng jadi seneng, bidikannya saya ambil anak-anak. Akhirnya dikasih aroma strawberry dan melon,” jelasnya.

Namun karena bahan membuat telur asin semakin mahal, Toyibah pun berinisiatif membuat sesuatu yang berbeda lagi, yaitu olahan pisang.

“Awalnya tape pisang itu ide kakakku, gimana kalau buat tape pisang, wah saya kaget tapi disuruh nyobak. Yaudah akhirnya saya eksperimen, eh ternyata jadi,” celetukya sembari tertawa kecil.

Awalnya saat festival layang-layang, telor asin dan tape dijualnya hingga laris manis

“Pisang kukus tak ragini, tak bungkus, tak bawa kesana, nyampe sana banyak pengunjung yang penasaran akhirnya dibeli dan difoto segala,” ungkap Toyibah di kediamannya pada minggu lalu (21/7)

Bahkan produk olahan pisang tersebut sudah sampai di hadapan bupati Lumajang 2016 lalu, As'at Malik. Sehingga bupati pun tertarik dan penasaran, mengapa Toyibah bisa berinisiatif membuat produk-produk yang sangat berbeda tersebut.

“Saya gamau kalah sama yang kota walaupun desa harus ada inovasi  baru, biar  keren,” tuturnya semangat.

Usaha tape pisang dimulai pada tahun 2016, namun baru tiga bulan berjalan, usaha Toyibah sudah dilirik banyak stasiun televisi dan media-media.

“11 Desember 2016  saat ada festival layang-layang, terus April 2017 sudah masuk TV. 2018 September masuk TV lagi,” tambahnya. 

Yang terbaru dari produk olahan pisang Toyibah adalah krupuk kulit pisang

“Aku sampe sekarang ada stik pisang, carang mas, sale pisang, madu mongso, dan yang terbaru ini krupuk kulit pisang,” ungkap Toyibaturrochmah.

Tak hanya berbagi kisah kesuksesannya, Toyibah juga berpesan bahwasanya usaha itu butuh niat, keunikan, dan jangan malu.

“Oh ternyata hal yang unik, orang itu minat,” celetuknya

Bahkan Toyibah hanya mempunyai modal yang sedikit saat memulai usahanya

“Awal usahaku hanya punya uang 200 ribu, padahal katanya kalo usaha harus punya uang jutaan,” cetusnya.

Untuk pembelian olahan pisang bisa dibeli secara offline maupun online melalui instagram ‘@toyibaturrochmah’ dan facebook ‘Toyibatur Rochmah’. (run/kkn76uinsa)

 

Komentar atas Menengok Olahan Pisang Unik Khas Kalibendo

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Lokasi Kalibendo

tampilkan dalam peta lebih besar